Ilmu pengetahuan manusia, yang sudah berumur puluhan ribu tahun, hingga kini dihinggapi dengan prasangka idealis. Para ilmuwan yang dianggap paling maju sejamannya, meskipun menganggap bahwa evolusi manusia mengalami perubahan, di akhir penelitiannya sering kali menerima hal supranatural dalam proses evolusi manusia. Adalah Darwin yang menemukan bahwa manusia adalah hasil dari perkembangan berangsur-angsur -- yang juga dipenuhi dengan lompatan-lompatan -- dari bangsa kera Antropoid. Perkembangan tingkat lanjut dari kerabat kera menuju manusia yang kita kenal sekarang tentu bukan hasil dari penciptaan enam-hari seperti yang dimitoskan di buku suci Alkitab, tetapi dari Survival of the Fittest dan Struggle of Existence, teori yang dikembangkan oleh Darwin.
Minggu, 16 Desember 2012
Minggu, 09 September 2012
Filsafat Marxis mengenai Agama
Beberapa waktu lalu umat muslim telah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tidak lama kemudian, tepatnya di bulan Desember, umat kristiani akan merayakan kelahiran Isa Almasih, atau biasa disebut dengan perayaan Natal. Bersamaan dengan dua perayaan keagamaan ini, banyak pertanyaan mengenai pandangan kaum Marxis tentang agama; apakah kaum Marxis percaya Tuhan atau tidak; apakah Marx seorang ateis atau bukan; dll. Tentu, bagi kami ini merupakan pertanyaan yang menarik dan penting, yang layak mendapatkan perhatian dan jawaban yang serius: bagaimana filsafat Marxis berbicara tentang agama.
Terlebih dahulu perlu dipahami, bahwa tujuan utama dari perjuangan kaum Marxis adalah melakukan transformasi sistem kehidupan masyarakat dari kapitalisme ke arah sosialisme, baik pada skala nasional maupun internasional. Sebagai sebuah sistem, kapitalisme, dalam pandangan kaum Marxis, berwatak sangat menindas, tidak adil dan tidak manusiawi. Eksploitasi sistem kapitalis harus dihentikan dan penciptaan tatanan dunia baru sosialis harus diperjuangkan. Perencanaan yang rasional materialis, historis dan dialektis, serta demokratisasi dalam menjalankan produksi sosial, merupakan langkah awal dalam penciptaan tatanan baru yang lebih tinggi di dalam kehidupan masyarakat di mana relasi antar manusia di dalam produksi sosial menjadi relasi yang manusiawi dan bermartabat.
Kamis, 12 Juli 2012
Persperktif Dunia 2012
Situasi dunia sedang berubah dengan
kecepatan kilat. Setelah Revolusi Arab, peristiwa-peristiwa saling susul
menyusul dengan cepat: gerakan indignados di Spanyol; gelombang pemogokan
dan demonstrasi di Yunani; kerusuhan-kerusuhan di Inggris; gerakan di Wisconsin
dan gerakan Okupasi di AS; tumbangnya Gaddafi; jatuhnya Papandreou dan
Berlusconi; semua ini adalah gejala-gejala dari epos sekarang ini.
Draf
Perspektif (Bagian Pertama)
Belokan-belokan
tajam yang tiba-tiba ini mengindikasikan bahwa sesuatu yang fundamental sedang
berubah. Peristiwa-peristiwa mulai menyentuh semakin banyak kesadaran dari
masyarakat luas. Kelas penguasa semakin terpecah dan kebingungan karena
dalamnya krisis yang tidak pernah mereka sangka akan terjadi, dan mereka tidak
tahu bagaimana menyelesaikannya.
Rabu, 11 Juli 2012
Kudeta Istana di Paraguay dan Masalah Negara
Kudeta istana telah terjadi di Paraguay. Sabtu, 23 Juni 2012, parlemen Paraguay menggulingkan Fernando Lugo, presiden yang terpilih secara demokratis. Parlemen yang didominasi oleh wakil-wakil oligarki Paraguay itu menilai bahwa Lugo telah gagal memenuhi kewajibannya dalam memelihara tertib sosial. Khas adab dan fatsun burjuis, kudeta itu menempuh jalur yang konstitusional.
Dasarnya “jelas.” Konstitusi Paraguay pasal 225 mengizinkan pemakzulan bila presiden dinilai menyalahgunakan jabatan atau melakukan kejahatan. Wakil-wakil oligarki menggunakan pasal itu pasca insiden berdarah konflik agraria 15 Juni, yang menewaskan 6 orang polisi dan 11 orang petani. Melalui pemungutan suara, parlemen menggulingkan Lugo dengan 39 suara pro dan 4 suara kontra. Benar-benar konstitusional!
Rabu, 20 Juni 2012
Teriakan Bisu (Bag I)
Fajar pagi dari ufuk timur belum menampakkan sinarnya, tetapi pagi itu tubuh renta Mbok Sukinem sudah terjaga mengambil seonggok kayu bakar untuk memasak makanan pagi ini. Kayu yang di ambil dari hutan dan dikumpulkan di belakang pawon (jawa; dapur) di tata rapi untuk di bakar di batu perapian. Mbok Sukinem tidak ingin pergi terlambat lebih dari jam 7 pagi untuk bekerja di perkebunan coklat milik PTPN. Tak ada yang mewah di dapur Mbok Sukinem, gerabah kwali beserta koloninya yang menjadi penghias dapur Mbok Sukinem. Bukan Mbok Sukinem tidak mengenal kompor gas beserta tabung LPG. Tetapi karena Mbok Sukinem tidak mampu untuk membeli program pemerintah itu. Meniti Jalan Radikal
DISKUSI tiga tokoh komunis itu berlangsung alot. Hari itu, pada suatu siang Maret 1948, Paul de Groot, Musso, dan Soeripno bertemu di Praha, Cekoslovakia. De Groot merupakan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Belanda. Adapun dua nama terakhir tokoh komunis Indonesia.Pertemuan itu dilakukan untuk merumuskan strategi baru gerakan komunis Indonesia. De Groot, dalam pertemuan itu, menghendaki Indonesia tetap menganut garis front rakyat yang lebih kooperatif. Adapun lawan diskusinya tak sependapat. Musso ingin komunis Indonesia memakai garis perjuangan radikal. Ia menolak gagasan rekannya dari Belanda itu, yang dinilai terlalu "lembek".
Diskusi juga melebar ke soal status hubungan Indonesia-Belanda. De Groot ingin hubungan dua negeri ini dalam kerangka persemakmuran, sedangkan Musso menginginkan kemerdekaan sepenuhnya. Jalan tengah akhirnya dicapai. Disepakati Belanda akan diberi keleluasaan di bidang ekonomi dan kebudayaan.
Langganan:
Komentar (Atom)

