Minggu, 09 September 2012
Filsafat Marxis mengenai Agama
Beberapa waktu lalu umat muslim telah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tidak lama kemudian, tepatnya di bulan Desember, umat kristiani akan merayakan kelahiran Isa Almasih, atau biasa disebut dengan perayaan Natal. Bersamaan dengan dua perayaan keagamaan ini, banyak pertanyaan mengenai pandangan kaum Marxis tentang agama; apakah kaum Marxis percaya Tuhan atau tidak; apakah Marx seorang ateis atau bukan; dll. Tentu, bagi kami ini merupakan pertanyaan yang menarik dan penting, yang layak mendapatkan perhatian dan jawaban yang serius: bagaimana filsafat Marxis berbicara tentang agama.
Terlebih dahulu perlu dipahami, bahwa tujuan utama dari perjuangan kaum Marxis adalah melakukan transformasi sistem kehidupan masyarakat dari kapitalisme ke arah sosialisme, baik pada skala nasional maupun internasional. Sebagai sebuah sistem, kapitalisme, dalam pandangan kaum Marxis, berwatak sangat menindas, tidak adil dan tidak manusiawi. Eksploitasi sistem kapitalis harus dihentikan dan penciptaan tatanan dunia baru sosialis harus diperjuangkan. Perencanaan yang rasional materialis, historis dan dialektis, serta demokratisasi dalam menjalankan produksi sosial, merupakan langkah awal dalam penciptaan tatanan baru yang lebih tinggi di dalam kehidupan masyarakat di mana relasi antar manusia di dalam produksi sosial menjadi relasi yang manusiawi dan bermartabat.
Langganan:
Komentar (Atom)
